Postingan

Weekend Bersama Alam Papandayan

Gambar
Setelah melewati banyak rintangan, dari perubahan keputusan dan rempongnya bawaan (maklum, baru pertama kali naik gunung secara resmi… dan backpacker). Kawasan yang menjadi tujuan kami adalah Gunung Papandayan Garut, awal rencana yang mau berangkat ada 8 orang tapi di hari H 3 orang memutuskan tidak jadi ikut karena alasan tertentu. Saya berangkat dari kost (Pondok Aren, Tangsel) jam 19.15 ke Rumah Erin, motor saya dititipkan di rumahnya kemudian kami berangkat bareng jam 20.15 naik ojek kearah Ciledug sampai jam 20.30. Setelah kami tiba di Ciledug, disana sudah ada Abi yang menunggu. TRANSPORTASI Kami bertiga naik bis patas Cileduk-Kampung Rambutan dengan tarif Rp 7.000;, tiba di Kampung Rambutan waktu menunjukkan pukul 23.30. Mr James sudah ada disana, setelah say hello dan berkenalan kami berbincang-bincang sambil menunggu satu teman lagi dari Kebon Jeruk yang ternyata sedang terjebak macet. Jam 00.00 Si Fahry, teman yang sedang kami tunggu akhirnya datang juga. Kami langsung be...

Kaca Jendela yang Kotor

Gambar
“If the doors of perception were cleansed, everything would appear as it is – infinite. – Jika pintu persepsi dibersihkan, segala hal akan nampak sebagaimana adanya – sangat luar biasa.” William Blake Sebelum memulai membahas artikel ini saya akan menceritakan sebuah peristiwa yang dialami sepasang suami istri. Pasangan tersebut baru pindah ke sebuah kontrakan baru di kampung padat penduduk. Setiap pagi di depan rumah mereka banyak orang sibuk mencuci dan menjemur pakaian. Pada hari I, sang istri berkomentar, “Aneh ya, kenapa orang-orang kalau mencuci pakaian sama sekali tidak bersih. Kotorannya masih tebal begitu.” Seminggu berlalu, dan sang istri selalu berkomentar bahwa cucian warga yang dijemur di depan kontrakan mereka itu masih sangat kotor. Selama seminggu sang suami hanya diam saja mendengar komentar-komentar istrinya. Lalu pada hari ke-8, si istri memberikan komentar lagi seperti biasa. “Nah, itu baru bersih. Pak, lihat cucian ... baca selengkapnya di Kaca Jendela yang K...

Perjalanan Kehidupan

Gambar
Oleh: Erika Untung “Passion” adalah jalan bercabang dan tak berujung, namun saling terhubung. Ketika sang supir yang menggerakkan kemudi kendaraan yang bernama “Loyalitas”, ia membutuhkan “Integritas” sebagai bahan bakar untuk melajukan kendaraannya. Sang supir ingin menjelajahi setiap cabang tersebut, namun cabang tersebut terlalu banyak. Pada akhirnya sang supir memutuskan untuk menekan pedal gas dan kendaraan melaju ke arah cabang yang dia pilih sebagai cabang pertama yang akan dijelajahi. Selama di tengah perjalanan, sang supir pasti akan mencari pom bensin “Pembelajaran” untuk mengisi bahan bakarnya, dan membersihkan kendaraannya agar terlihat bersih lagi dari debu jalanan. Kadangkala di pom bensin”Pembelajaran” tersebut, ia berjumpa dengan pengemudi lainnya. Berbagi cerita mengenai setiap cabang yang telah mereka lalui sehingga masing-masing mendapatkan pengetahuan baru untuk menempuh perjalanan selanjutnya. Ketika sa...

Di Hatiku Ada Namamu

Gambar
Cuaca hari ini panas sekali, aku, rena, dan prita. Kami mulai sibuk menghilangkan keringat yang mengucur di dahi kami, udah 1 jam kami mengantri beli tiket untuk naik turnado, karena liburan sekolah jadi taman hiburan ramai pengunjung. “duh, Ran, sampai kapan kita berdiri terus disini, capek tau” keluh prita “sabar bentar lagi giliran kita kok” ucapku O ya hai namaku Ransya Melati, ini temanku Rena saputri, dan Ananda Prita, kami adalah siswa Smk Bintang. Karena liburan sekolah kami memutuskan untuk pergi taman bermain, biarpun udah remaja tapi kami suka banget pergi ke taman bermain. “iya, Ta, sabar dikit napa.” Ucap rena. Selang beberapa menit giliran kami pun tiba. Selatelah mendapat kan tiket kami bertigapun meluncur ke Turnado, wuuh pengunjungnya banyak banget mungkin kalau aku sendirian bisa hilang di antara kerumunan pengunjung. Belum sempat aku ingin mengatakannya pada rena dan prita, aku udah berdiri sendirian. “Ren, prita” ucapku sambil melihat sekeliling berharap merek...

Inner Beauty

Gambar
Sekali lagi Novi memandangi diri nya di depan cermin. Lalu mata nya menatap poster Britney Spears yang sedang tertawa. “Aku harus bisa! Aku ngak mau punya badan seperti ini selamanya. Aku mau kurus!” Teriaknya. Tok! Tok! Tok! “Vi…! Novi! Kamu kenapa?” Seru mamanya dari luar kamar. Novi tersadar, rupanya mamanya mendengar teriakannya. Buru-buru dia menghampiri pintu kamar dan membukanya. “Oh, ngak ada apa-apa kok, Ma. Novi cuma lagi latihan baca naskah drama buat pentas seni di sekolah,” katanya. “O ya, kapan pentasnya? Wah, Mama boleh nonton saat kamu pentas, dong!” kata mamanya bersemangat. Novi kebingungan. Dia tidak menyangka alasannya tadi Justru menjadi bumerang bagi diri nya.” Novi Juga nggak tahu kok, Ma. Acaranya nggak Jelas,” jawab nya pendek sambil mengangkat bahu. “Lho, gimana sih! Tadi kamu bilang mau pentas seni, masa nggak Jelas Jadwal rencananya?” “Ya, itu kan baru rencana, Ma. Nov...

Malaikat Berseragam

Gambar
Ini adalah kisah keluarga yang diceritakan ayahku tentang ibunya, yakni nenekku. Pada tahun 1949, ayahku baru pulang dari perang. Di setiap jalan raya Amerika, terlihat tentara berseragam meminta tumpangan pulang ke keluarganya, seperti kebiasaan di Amerika saat itu. Sedihnya, kegembiraan reuni bersama keluarganya kemudian dinaungi kegelapan. Nenekku sakit parah dan harus masuk rumah sakit. Ginjalnya sakit, dan para dokter memberitahu ayahku bahwa nenek harus segera ditransfusi darah atau ia tak akan bertahan melewati malam itu. Masalahnya, golongan darah nenek itu AB, golongan yang langka, bahkan juga sekarang, tapi waktu itu lebih sulit lagi diperoleh karena tak ada bank darah maupun pesawat untuk mengirimkannya. Semua anggota keluarga dites, tapi tak satu pun memiliki golongan darah yang cocok. Jadi para dokter tak memberi harapan pada keluarga, nenekku akan meninggal. Sambil menangis, ayahku meninggalkan rumah sakit untuk menghimpun seluruh anggota keluar ... baca selengkapny...

Sepeda Kenangan Dari Ayah

Gambar
KKKRRRRIIIINNGGG! KKRRRRRIIINGGGGG! Suara sepeda yang baru saja dibelikan ayahnya untuk Bima. Ya setelah sekian lama ayahnya menabung untuk kado ulang tahun anak tersayangnya itu. Dibanding dengan kakaknya ayah lebih sayang dengan Bima sampai-sampai apapun yang diinginkan Bima wajib untuk diberikan, walaupun keluarganya dengan posisi pas-pasan. Ayah Bima ingin yang terbaik bagi anaknya agar tak minder dengan teman-temannya yang sudah punya lebih dulu sepeda tersebut. “Ayah pulang Bu” teriak Bima dari dalam rumah. Bimapun langsung berlari ke luar rumah untuk memastikan itu benar ayahnya yang pulang dengan membawa sepeda. “Waaahh sepeda baru ya Ayah?” tanya Kakak yang tiba-tiba muncul dari samping rumah. “Iya, buat Bima, buat kamu juga, buat kalian anak-anak Ayah” kata Ayah sambil merangkul anak-anaknya. “Ayah dapet uang dari mana?” tanya Ibu yang keluar dari rumah. “Ayah selama ini nabung Bu, buat anak-anak” kata Ayah dengan lemb ... baca selengkapnya di Sepeda Kenangan Dari Ayah ...